Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
Hampir seluruh manusia pernah terjangkiti Hasad. Ibnu Taimiyyah berkata :
و اَل مْ قَ صْ وُ دْ أ نَ " ال حْ سَ دَ " م رَ ضَ م نِ أ مَ رْ اَض الن فَّ سْ و هَ وُ م رَ ضٌَ
غ اَل بِ ف لَا ي خَ لْ صُ م نِ هْ إ لِا ق لَ يِ لْ م نِ الن اَّس و لَ هِ ذَ اَ ي قُ اَل :
م اَ خ لَا ج سَ دَ م نِ ح سَ دَ ل كَ نِ الل ئَّ يِ مْ ي بُ دْ يِ هْ و اَل كْ رَ يِ مَْ
ي خُ فْ يِ هِْ
"Maksudnya yaitu bahwasanya hasad adalah penyakit jiwa, dan ia adalah penyakit yang
menguasai, tidak ada yang selamat darinya kecuali hanya segelintir orang. Karenanya
dikatakan, "Tidak ada jasad yang selamat dari hasad, akan tetapi orang yang tercela
menampakkannya dan orang yang mulia menyembunyikannya" (Majmuu' Al-Fataawaa
10/125-126)
Kenapa hasad sulit dihindari?, Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata
و اَل حْ سَ دَ م رَ كْ وُ زْ ف يِ ط بِ اَع ال بْ شَ رَ و هَ وُ أ نَ الإ نِ سْ اَن ي كَ رْ هَُ
أ نَ ي فَ وُ قْ هَ أ حَ دَ م نِ ج نِ سْ هِ ف يِ ش يَ ءْ م نِ ال فْ ضَ اَئ لِِ
"Hasad tertanam di tabi'at manusia, yaitu namanya manusia benci jika ada seorangpun –yang
sejenis dengannya (sesama manusia)- yang mengunggulinya dalam suatu keutamaan"
(Jaami'ul 'Uluum wa al-Hikam hal 327)
Akan tetapi… lantas apakah kita harus pasrah dan mengikuti penyakit hasad yang merongrong
hati kita???
Model-model Manusia Terhadap Hasad
1 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
"Manusia bermodel-model dalam menghadapi hasad:
(Pertama) : Diantara mereka ada yang berusaha untuk menghilangkan kenikmatan yang ada
pada orang yang dihasadi, dengan berbuat dzolim kepadanya, baik dengan perkataan maupun
dengan perbuatan lalu diantara mereka ada yang berusaha hanya untuk menghilangkan
kenikmatan tersebut dari yang dihasadi tanpa harus berpindah kenikmatan tersebut kepadanya
Dan inilah yang merupakan bentuk hasad yang paling buruk dan paling keji, dan inilah hasad
yang tercela dan terlarang. Ia adalah hasad yang merupakan dosa Iblis, dimana ia telah hasad
kepada Adam 'alaihis salaam tatkala ia melihat Adam telah mengungguli para malaikat, yaitu
Allah telah menciptakan Adam dengan tanganNya, telah memerintahkan para malaikat untuk
sujud kepadanya, Allah telah mengajarkannya nama-nama segala sesuatu, serta Allah
menempatkan Adam di surga di sisiNya. Maka Iblispun terus senantiasa berusaha untuk
mengeluarkan Adam dari surga, hingga akhirnya iapun berhasil mengeluarkan Adam dari
surga…
Hasad ini pulalah yang merasuki orang-orang yahudi sebagaimana telah Allah sebutkan dalam
beberapa ayat dalam Al-Qur'an, diantaranya firman Allah
و دَ ك ثَ يِر م نِ أ هَ لْ ال كْ تِ اَب ل وَ ي رَ دُ وُّن كَ مُ م نِ ب عَ دِْ
إ يِم اَن كِ مُ ك فُ اَّر اً ح سَ دَ اً م نِ ع نِ دْ أ نَ فْ سُ هِ مِ م نِ ب عَ دْ م اَ
ت بَ يَ نَّ ل هَ مُ ال حْ قَُّ
"Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada
kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah
nyata bagi mereka kebenaran." (QS Al-Baqoroh : 109)
Juga firman Allah :
أ مَ ي حَ سْ دُ وُن الن اَّس ع لَ ىَ م اَ آت اَه مُ الل هَّ م نِ ف ضَ لْ هِ ف قَ دَْ
آت يَ نْ اَ آل إ بِ رْ اَه يِم ال كْ تِ اَب و اَل حْ كِ مْ ةَ و آَت يَ نْ اَه مُ م لُ كْ اً
( ع ظَ يِم اً ( ٥٤
"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia [Yaitu: kenabian, Al
Quran, dan kemenangan] yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah
memberikan kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan
kepadanya kerajaan yang besar" (QS An-Nisaa' : 54)" (Dari perkataan Ibnu Rojab dalam
Jaami'ul 'Uluum wal Hikam hal 327)
(Kedua) : Diantara mereka ada yang menghendaki kenikmatan yang ada pada saudaranya
berpindah kepada dirinya. Misalnya saudaranya tersebut memiliki seorang istri yang cantik
lantas ia berangan-angan agar saudaranya menceraikan istrinya tersebut atau agar saudaranya
segera meninggal sehingga iapun bisa menikahi sang wanita.
Atau saudaranya memimpin sebuah markaz lantas ia berangan-angan agar saudaranya segera
hengkang pergi atau segera meninggal agar ialah yang akan menjadi pemimpin markaz
tersebut.
2 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
Atau saudaranya seorang dai yang terkenal dan memiliki banyak pengikut, maka iapun
berangan-angan agar saudaranya melakukan kesalahan sehingga ditinggalkan oleh para
pengikutnya maka para pengikutnya akan berpaling kepadanya.
(Ketiga) : Ia bukan berharap hilangnya kenikmatan yang ada pada saudaranya, akan tetapi ia
berbahagia jika saudaranya tetap dalam kondisinya yang buruk, tetap dalam keadaan miskin,
atau tetap dalam keadaan bodoh, atau tetap dalam keadaan terjerumus dalam kesalahan atau
bid'ah. Karenanya hatinya menjadi teriris-iris jika saudaranya tersebut menjadi kaya, atau
menjadi pintar dan alim, atau yang tadinya terjerumus dalam bid'ah kemudian mengenal
sunnah.
(Keempat) : Ia tidak berharap hilangnya kenikmatan yang ada pada saudaranya, akan tetapi ia
berharap dirinya memperoleh kenikmatan sebagaimana yang dirasakan oleh saudaranya, dan
ia berusaha untuk memperolehnya, sehingga kondisinya bisa setingkat/setara dengan
saudaranya tersebut. Akan tetapi tatkala cita-citanya tersebut tidak tercapai, kenikmatan tidak
bisa ia raih maka iapun terjerumus dalam hasad, iapun ingin kenikmatan pada saudaranya
lenyap, sehingga saudaranya tersebut bisa terjatuh dan setara dengan dirinya. (poin kedua
hingga keempat silahkan lihat kitab Fiqh Al-Hasad karya Musthofa Al-'Adawi hal 9-10)
(Kelima) : Ia hasad kepada saudaranya, akan tetapi ia tidak berusaha untuk menghilangkan
kenikmatan yang ada pada saudaranya, ia tidak menzoliminya baik dengan perbuatan maupun
dengan perkataan. Jika ia berusaha untuk menghilangkan hasad dalam hatinya akan tetapi ia
tidak berhasil, bahkan hasad tetap mendominasinya maka orang seperti ini tidak berdosa
selama ia tidak merealisasikan penyakit hasadnya dalam bentuk perkataan maupun perbuatan.
Adapun jika ia sengaja membisikkan hatinya untuk hasad dan mengulang-ngulang bisikan
tersebut dalam hatinya, dan ia tenteram dan condong kepada hilangnya kenikmatan dari
saudaranya, meskipun ia tidak merealisasikan hasadnya dalam bentuk perkataan maupun
perbuatan akan tetapi hanya disimpan dihati, maka orang seperti ini ada khilaf diantara para
ulama, apakah ia dihukum atau tidak?, apakah ia berdosa atau tidak?. Masalahnya apa yang ia
lakukan dengan membisikan hasad kepada hatinya mirip dengan 'azam/tekad yang dipasang
untuk melakukan kemaksiatan meskipun belum melakukan kemaksiatan. Dan sebagian ulama
menyatakan bahwa jika niat sudah sampai pada derajat 'azam/tekad maka menimbulkan dosa.
(Lihat Jaami'ul 'Uluum hal 327-328).
Ibnu Taimiyyah berkata, "Barang siapa yang mendapati dalam dirinya rasa hasad kepada orang
lain maka hendaknya ia menggunakan ketakwaannya dan kesabarannya untuk membenci
hasad yang ada dalam dirinya.
Banyak orang yang memiliki agama (yang kuat) mereka tidak berbuat dzolim kepada orang
yang dihasadi, mereka juga tidak menolong orang yang menzolimi orang yang dihasadi. Akan
tetapi mereka juga tidak menunaikan kewajiban hak orang yang dihasadi. Bahkan jika ada
seseorang yang mencela orang dihasadi tersebut maka mereka tidak setuju dengan pencela
tadi namun juga tidak menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dihasadi. Mereka ini
berhutang kepadanya karena telah meninggalkan perkara yang diperintahkan untuk
menunaikan haknya dan kurang dalam menunaikannya, namun mereka tidak berbuat
3 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
pelanggaran terhadap haknya. Maka balasan terhadap mereka adalah hak-hak mereka juga
akan terkurang hak-hak mereka, sehingga mereka juga tidak akan disikapi dengan adil dalam
beberapa kondisi, serta mereka juga tidak akan ditolong melawan orang yang yang menzolimi
mereka sebagaimana mereka tidak menolong orang dihasadi tersebut. Adapun barang siapa
yang melanggar/menzolimi orang yang dihasadi baik dengan perkataan maupun perbuatan
maka ia akan dihukum" (Majmuu' Al-Fataawaa 10/125)
(Keenam) : Yaitu seseorang yang tatkala mendapatkan dalam dirinya rasa hasad maka ia
berusaha menghilangkannya dengan cara berbuat baik kepada saudaranya yang ia hasadi, ia
mendoakannya, ia menyebarkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaannya, hingga
akhirnya ia mengganti hasadnya dengan mencintai saudaranya. Ini termasuk derajat keimanan
yang tertinggi. Pelakunya adalah seorang yang imannya sempurna, yang menghendaki bagi
saudaranya apa yang ia suka untuk dirinya sendiri. (Lihat Jaami'ul 'Uluum wal Hikam hal 328)
Ibnu Taimiyyah berkata, "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dan bersabar (*sehingga
tidak merealisasikan hasadnya), dan tidak termasuk dalam orang-orang yang berbuat dzolim,
maka Allah akan memberi manfaat kepadanya dengan ketakwaannya tersebut. Sebagaimana
yang dialami oleh Zainab binti Jahsy radhiallahu 'anhaa. Ia adalah istri Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam yang menyaingi Aisyah (di hati Nabi)" (Majmuu' Al-Fataawaa 10/125, yaitu Zainab
selamat tidak ikut-ikutan menuduh Aisyah dalam kasus 'ifk/tuduhan Aisayh berzina. Padahal
saudarinya Hamnah binti Jahsy ikut terprovokasi sehingga ikut-ikutan menuduh Aisyah)
Sebab Timbulnya Hasad
Ibnu Taimiyyah berkata :
"Dan hasad diantara para wanita sering terjadi dan mendominasi, terutama diantara para
istri-istri pada satu suami. Seorang wanita cemburu karena adanya para istri yang lain yang
menyertainya. Demikianlah hasad sering terjadi diantara orang-orang yang berserikat dalam
kepemimpinan atau harta jika salah seorang dari mereka mendapatkan bagian dan yang
lainnya luput dari bagian tersebut. Demikian juga hasad terjadi diantara orang-orang yang
setara karena salah seorang diantara mereka lebih dari pada yang lain. Sebagaimana para
saudara nabi Yusuf, demikian juga hasadnya salah seorang anak Adam kepada yang laiinya. Ia
hasad kepada saudaranya karena Allah menerima korbannya sementara kurbannya tidak
diterima. Ia hasad kepada kelebihan yang Allah berikan berupa keimanan dan ketakwaan
–sebagaimana hasadnya yahudi terhadap kaum muslimin- sehingga iapun membunuh
saudaranya karena hasad tersebut" (Majmuu' Al-Fatawa 10/125-126)
Karenanya seorang penjual minyak wangi memiliki hasad yang sangat besar kepada penjual
minyak wangi yang lain, terlebih lagi jika penjual yang lain tersebut berjualan di areal yang
sama. Padahal meskipun di dekat areal tersebut ada show room mobil yang pemiliknya
memperoleh keuntungan puluhan juta tiap hari, akan tetapi para penjual minyak wangi tidak
hasad kepada sang pemilik show room, karena segmen dan profesi yang berbeda.
4 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
Demikian juga dokter hasad kepada dokter yang lain jika ternyata pasien dokter tersebut lebih
banyak dari pasiennya.
Tukang becak hasad kepada tukang becak lainnya, dan ia tidak hasad kepada para supir taksi
yang mungkin untung mereka berlipat-lipat ganda daripada untuk si tukang becak.
Demikian pula tetangga hasad kepada tetangga yang lain, tatkala melihat isi rumah
tetangganya lebih mewah, demikian juga bangunan rumahnya lebih mewah.
Demikian juga penuntut ilmu hasad kepada penuntut ilmu yang lain, jika ternyata niatnya
menuntut ilmu tidak ikhlas karena Allah.
Keburukan Hasad
Pertama : Hasad bertentangan dengan nilai dan konsekuensi persaudaraan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لا ت حَ اَس دَ وُا و لَا ت بَ اَغ ضَ وُ اْ و لَا ت قَ اَط عَ وُا و كَ وُ نْ وُا ع بِ اَد اللهِ
إ خِ وْ اَن اً
"Janganlah kalian saling hasad, janganlah saling membenci, jangan saling memboikot, dan
jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara" (HR Muslim no 2559)
Padahal diantara kaum mukminin harusnya saling mencintai dan menyayangi. Allah berfirman:
م حُ مَ دَّ ر سَ وُل الل هَّ و اَل ذَّ يِن م عَ هَ أ شَ دِ اَّء ع لَ ىَ ال كْ فُ اَّرِ
ر حُ مَ اَء ب يَ نْ هَ مُْ
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras
terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (Al-Fath : 29)
Kedua : Hasad merupakan penyakit.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
د بَ إ لِ يَ كْ مُ د اَء الأ مُ مَ ق بَ لْ كَ مُ : ال حْ سَ دَ و اْل بْ غَ ضْ اَء ،ُ
و اَل بْ غَ ضْ اَء ه يِ ال حْ اَل قِ ةَ لا أ قَ وُ لْ ت حَ لْ قِ الش عَّ رْ و لَ كَ نِْ
ت حَ لْ قِ الد يِّ نْ و اَل ذَّ يِ ن فَ سْ يِ ب يِ دَ هِ لا ت دَ خْ لُ وُا ال جْ نَ ةَّ ح تَ ىَّ
5 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
ت ؤُ مْ نِ وُا و لَا ت ؤُ مْ نِ وُا ح تَ ىَّ ت حَ اَب وُّا أ فَ لَا أ نُ بَ ئِّ كُ مُ ب مِ اَ
ي ثُ بْْ تِ ذ لَ كِ ل كَ مُ ؟ أ فَ شْ وُا الس لَّا مَ ب يَ نْ كَ مُْ
"Telah berjalan kepada kalian penyakit umat-umat terdahulu, hasad dan permusuhan. Dan
permusuhan adalah membotaki. Aku tidak mengatakan membotaki rambut, akan tetapi
membotaki agama. Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya tidaklah kalian masuk surga
hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku
kabarkan kepada kalian dengan apa bisa menimbulkan hal tersebut?, tebarkanlah salam
diantara kalian" (HR At-Thirmidzi 2/83 dan Ahmad 1/165,167, dan dihasankan oleh Al-Albani
dalama Irwaaul Gholil 3/238)
Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda:
س يَ صُ يِ بْ أ مُ تَّ يِ د اَء الأ مُ مَ ، ف قَ اَل وُا : ي اَ ر سَ وُ لْ الله و مَ اَ د اَءُ
الأ مُ مَ ؟ ق اَل : الأ شَ رْ ،ُ و اَل بْ طَ رْ والت كَّ اَث رُ و اَلت نَّ اَج شُ ف يِ
الد نُّ يْ اَ و اَلت بَّ اَغ ضُ و اَلت حَّ اَس دُ ح تَ ىَّ ي كَ وُ نْ ال بْ غَ يُْ
"Umatku akan ditimpa penyakit umat-umat". Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, apakah
itu penyakit umat-umat (terdahulu)?". Rasulullah berkata,
"Kufur Nikmat, bersikap berlebihan terhadap nikmat Allah (terlalu riang gembira/berfoya-foya),
saling berlomba-lomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy, saling memusuhi, dan
saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kedzoliman)"
(Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 680)
Ibnu Taimiyyah berkata, "Rasulullah menamakan hasad sebagai penyakit… maka dikatahui
bahwasanya hasad merupakan penyakit. Dalam hadits yang lain (doa Nabi)
أ عَ وُ ذْ ب كِ م نِ م نُ كْ رَ اَت الأ خَ لْا قَ و اَلأ هَ وْ اَء و اَلأ دَ وْ اَءِ
"Aku berlindung kepada Engkau dari akhlak yang munkar, dari hawa nafsu, dan dari
penyakit-penyakit" (Majmuu Al-Fataawaa 10/126)
Ketiga : Hasad lebih buruk dari pelit
Ibnu Taimiyyah berkata :
و اَلش حُّ م رَ ضَ و اَل بْ خُ لْ م رَ ضَ و اَل حْ سَ دَ ش رَ م نِ ال بْ خُ لِْ
"Rasa pelit penyakit, kikir merupakan penyakit, dan hasad lebih buruk daripada rasa pelit"
(Majmuu Al-Fataawa 10/128)
Hal ini dikarenakan orang yang pelit ia hanya mencegah dirinya dari kenikmatan Allah, atau
mencegah orang lain dari kenikmatan yang Allah yang ia miliki. Adapun orang yang hasad ia
membenci kenikmatan Allah pada orang lain.
Terkadang seseorang dermawan dengan memberikan pemberian kepada orang lain yang
6 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
membantunya akan tetapi ia hasad kepada orang-orang lain yang semisalnya. Terkadang
seseorang pelit akan tetapi ia tidak hasad kepada orang lain. (lihat Majmuu' Al-Fataawaa 10/29)
Keempat ; Orang yang hasad pada hekekatnya protes dengan keputusan Allah.
Allah yang telah mentaqdirkan si fulan kaya, si fulan cerdas, sifulan cantik, dll.
Allah berfirman :
أ هَ مُ ي قَ سْ مِ وُن ر حَ مْ ةَ ر بَ كِّ ن حَ نْ ق سَ مَ نْ اَ ب يَ نْ هَ مُ م عَ يِش تَ هَ مُْ
ف يِ ال حْ يَ اَة الد نُّ يْ اَ و رَ فَ عَ نْ اَ ب عَ ضْ هَ مُ ف وَ قْ ب عَ ضْ د رَ جَ اَتٍ
ل يِ تَ خَّ ذِ ب عَ ضْ هُ مُ ب عَ ضْ اً س خُ رْ يِ اًّ و رَ حَ مْ ةَ ر بَ كِّ خ يَ رْ م مِ اَّ
( ي جَ مْ عَ وُن ( ٣٢
"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka
penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka
atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan
sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan"
(Az-Zukhruf : 32)
و كَ ذَ لَ كِ ف تَ نَ اَّ ب عَ ضْ هَ مُ ب بِ عَ ضْ ل يِ قَ وُل وُا أ هَ ؤَ لُاء م نَ الل هَُّ
( ع لَ يَ هْ مِ م نِ ب يَ نْ نِ اَ أ لَ يَ سْ الل هَّ ب أِ عَ لْ مَ ب اِلش اَّك رِ يِن ( ٥٣
"Dan Demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian
mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: "Orang-orang
semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman):
"Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?" (QS
Al-An'aam : 53)
Lantas orang yang hasad ini protes dari sisi :
- Tidak setuju dengan pembagian Allah tersebut
- Tidak setuju kalau si fulan mendapatkan kenikmatan, dan merasa bahwa dialah yang
lebih pantas meraih kenikmatan tersebut
Kelima : Orang yang hasad pada hekekatnya telah berbuat baik kepada orang yang ia hasadi.
Karena jika ia telah hasad ia biasanya menzolimi orang yang ia hasadi dengan perbuatan
maupun dengan perkataan. Baik merendahkan atau menggibahinya. Dengan demikian maka ia
telah mentransfer kebaikan-kebaikannya kepada orang yang ia hasadi tersebut pada hari
kiamat kelak, pada hari dimana sangat dibutuhkan kebaikan-kebaikan untuk ditimbang oleh
Allah
Keenam : Orang yang hasad telah bertasyabbuh dengan iblis dan kaum yahudi. Karena hasad
adalah akhlak iblis dan orang-orang yahudi.
7 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
Ketujuh : Orang yang hasad pada hakikatnya meminta agar Allah memberinya cobaan yang
belum tentu bisa ia pikul. Seseorang miskin yang hasad kepada orang yang kaya hendaknya ia
berhusnudzon kepada Allah tatkala ia belum diizinkan Allah untuk menjadi kaya, karena bisa
jadi jika ia diberi kekayaan oleh Allah maka ia akan semakin jauh dari Allah dan terjerumus
dalam berbagai kemaksiatan, sebagaimana yang banyak dialami oleh orang-orang yang kaya
raya. Dan bukankah jika ia kaya, maka akan banyak orang yang hasad kepadanya?, sehingga
ia tidak akan aman dari gangguan mereka yang hasad kepadanya??!.
Seorang yang hasad kepada orang yang memiliki ilmu lebih dan dakwahnya lebih diterima,
hendaknya ia husnudzon kepada Allah, karena bisa jadi jika Allah memindahkan ilmu orang
tersebut kepadanya maka ia tidak mampu memikulnya, bisa jadi iapun menjadi orang yang riya
dan angkuh sehingga menjerumuskan ia ke dalam api neraka.
Kedelapan : Hasad adalah penyebab dosa pertama kali di langit dan dibumi. Iblis kafir kepada
Allah karena hasad kepada Adam, dan Qobil membunuh Habil pun karena hasad.
Tidak Hasad Sebab Masuk Surga
Membersihkan hati dari segala model hasad merupakan perkara yang sangat berat dan butuh
perjuangan yang berkesinambungan.
Anas bin Malik radhiallahu 'anhu berkata:
ك نُ اَّ ج لُ وُس اً م عَ ر سَ وُل الله ص لَ ىَّ الله ع لَ يَ هْ و سَ لَ مَّ ف قَ اَل :َ "
ي طَ لْ عُ ع لَ يَ كْ مُ ال آْن ر جَ لُ م نِ أ هَ لْ ال جْ نَ ةَّ " ف طَ لَ عَ ر جَ لُ م نَِ
ال أْ نَ صْ اَر ،ِ ت نَ طْ فِ ل حِ يْ تَ هُ م نِ و ضُ وُئ هِ ،ِ ق دَ ت عَ لَ قَّ ن عَ لْ يَ هْ ف يِ
ي دَ هِ الش مِّ اَل ،ِ ف لَ مَ اَّ ك اَن ال غْ دَ ،ُ ق اَل الن بَّ يِ ص لَ ىَّ اللهُ
ع لَ يَ هْ و سَ لَ مَّ ،َ م ثِ لْ ذ لَ كِ ،َ ف طَ لَ عَ ذ لَ كِ الر جَّ لُ م ثِ لْ ال مْ رَ ةَِّ
ال أْ وُل ىَ . ف لَ مَ اَّ ك اَن ال يْ وَ مْ الث اَّل ثِ ،ُ ق اَل الن بَّ يِ ص لَ ىَّ اللهُ
ع لَ يَ هْ و سَ لَ مَّ ،َ م ثِ لْ م قَ اَل تَ هِ أ يَ ضْ اً، ف طَ لَ عَ ذ لَ كِ الر جَّ لُ ع لَ ىَ
م ثِ لْ ح اَل هِ ال أْ وُل ىَ، ف لَ مَ اَّ ق اَم الن بَّ يِ ص لَ ىَّ الله ع لَ يَ هِْ
و سَ لَ مَّ ت بَ عِ هَ ع بَ دْ الله ب نْ ع مَ رْ وِ ب نْ ال عْ اَص ف قَ اَل :َ إ نِ يِّ
ل اَح يَ تْ أ بَ يِ ف أَ قَ سْ مَ تْ أ نَ ل اَ أ دَ خْ لُ ع لَ يَ هْ ث لَ اَث اً، ف إَ نِْ
ر أَ يَ تْ أ نَ ت ؤُ وْ يِ نَ يِ إ لِ يَ كْ ح تَ ىَّ ت مَ ضْ يِ ف عَ لَ تْ ؟ ق اَل :َ ن عَ مَْ
"Kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliaupun berkata
: "Akan muncul kepada kalian sekarang seorang penduduk surga". Maka munculah seseorang
dari kaum Anshoor, jenggotnya masih basah terkena air wudhu, sambil menggantungkan kedua
sendalnya di tangan kirinya. Tatkala keesokan hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
mengucapkan perkataan yang sama, dan munculah orang itu lagi dengan kondisi yang sama
seperti kemarin. Tatkala keesokan harinya lagi (hari yang ketiga) Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam juga mengucapkan perkataan yang sama dan muncul juga orang tersebut dengan
kondisi yang sama pula. Tatkala Nabi berdiri (pergi) maka Abdullah bin 'Amr bin Al-'Aash
mengikuti orang tersebut lalu berkata kepadanya : "Aku bermasalah dengan ayahku dan aku
8 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
bersumpah untuk tidak masuk ke rumahnya selama tiga hari. Jika menurutmu aku boleh
menginap di rumahmu hingga berlalu tiga hari?. Maka orang tersebut berkata, "Silahkan".
Anas bin Malik melanjutkan tuturan kisahnya :
و كَ اَن ع بَ دْ الله ي حُ دَ ثِّ أ نَ هَّ ب اَت م عَ هَ ت لِ كْ الل يَّ اَل يِ
الث لَّ اَث ،َ ف لَ مَ ي رَ هَ ي قَ وُم م نِ الل يَّ لْ ش يَ ئْ اً، غ يَ رْ أ نَ هَّ إ ذِ اَ
ت عَ اَر و تَ قَ لَ بَّ ع لَ ىَ ف رِ اَش هِ ذ كَ رَ الله ع زَ و جَ لَ و كَ بَ رَّ ،َ
ح تَ ىَّ ي قَ وُم ل صِ لَ اَة ال فْ جَ رْ . ق اَل ع بَ دْ الله :ِ غ يَ رْ أ نَ يِّ ل مَْ
أ سَ مْ عَ هْ ي قَ وُل إ لِ اَّ خ يَ رْ اً، ف لَ مَ اَّ م ضَ تَ الث لَّ اَث ل يَ اَل و كَ دِ تُْ
أ نَ أ حَ قْ رِ ع مَ لَ هَ ،ُ ق لُ تْ :ُ ي اَ ع بَ دْ الله إ نِ يِّ ل مَ ي كَ نُ ب يَ نْ يِ
و بَ يَ نْ أ بَ يِ غ ضَ بَ و لَ اَ ه جَ رْ ث مَ ،َّ و لَ كَ نِ س مَ عِ تْ ر سَ وُل الله ص لَ ىَّ
الله ع لَ يَ هْ و سَ لَ مَّ ي قَ وُل ل كَ ث لَ اَث م رِ اَر :ٍ " ي طَ لْ عُ ع لَ يَ كْ مُُ
ال آْن ر جَ لُ م نِ أ هَ لْ ال جْ نَ ةَّ " ف طَ لَ عَ تْ أ نَ تْ الث لَّ اَث م رِ اَر ،ٍ
ف أَ رَ دَ تْ أ نَ آو يِ إ لِ يَ كْ ل أِ نَ ظْ رُ م اَ ع مَ لَ كُ ،َ ف أَ قَ تْ دَ يِ ب هِ ،ِ
ف لَ مَ أ رَ كَ ت عَ مْ لَ ك ثَ يِر ع مَ لَ ،ٍ ف مَ اَ ال ذَّ يِ ب لَ غَ ب كِ م اَ ق اَلَ
ر سَ وُل الله ص لَ ىَّ الله ع لَ يَ هْ و سَ لَ مَّ ،َ ف قَ اَل :َ م اَ ه وُ إ لِ اَّ م اَ
ر أَ يَ تْ . ق اَل :َ ف لَ مَ اَّ و لَ يَّ تْ د عَ اَن يِ، ف قَ اَل :َ م اَ ه وُ إ لِ اَّ م اَ
ر أَ يَ تْ ،َ غ يَ رْ أ نَ يِّ ل اَ أ جَ دِ ف يِ ن فَ سْ يِ ل أِ حَ دَ م نِ ال مْ سُ لْ مِ يِنَ
غ شِ اًّ، و لَ اَ أ حَ سْ دُ أ حَ دَ اً ع لَ ىَ خ يَ رْ أ عَ طْ اَه الله إ يِ اَّه . ف قَ اَلَ
ع بَ دْ الله ه ذَ هِ ال تَّ يِ ب لَ غَ تَ ب كِ ،َ و هَ يِ ال تَّ يِ ل اَ ن طُ يِقُ
"Abdullah bin 'Amr bin al-'Aaash bercerita bahwasanya iapun menginap bersama orang
tersebut selama tiga malam. Namun ia sama sekali tidak melihat orang tersebut mengerjakan
sholat malam, hanya saja jika ia terjaga di malam hari dan berbolak-balik di tempat tidur maka
iapun berdzikir kepada Allah dan bertakbir, hingga akhirnya ia bangun untuk sholat subuh.
Abdullah bertutur : "Hanya saja aku tidak pernah mendengarnya berucap kecuali kebaikan. Dan
tatkala berlalu tiga hari –dan hampir saja aku meremehkan amalannya- maka akupun berkata
kepadanya : Wahai hamba Allah (fulan), sesungguhnya tidak ada permasalahan antara aku dan
ayahku, apalagi boikot. Akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
berkata sebanyak tiga kali : Akan muncul sekarang kepada kalian seorang penduduk surga",
lantas engkaulah yang muncul, maka akupun ingin menginap bersamamu untuk melihat apa sih
amalanmu untuk aku contohi, namun aku tidak melihatmu banyak beramal. Maka apakah yang
telah menyampaikan engkau sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?". Orang itu
berkata : "Tidak ada kecuali amalanku yang kau lihat". Abdullah bertutur : "Tatkala aku
berpaling pergi maka iapun memanggilku dan berkata : Amalanku hanyalah yang engkau lihat,
hanya saja aku tidak menemukan perasaan dengki (jengkel) dalam hatiku kepada seorang
muslim pun dan aku tidak pernah hasad kepada seorangpun atas kebaikan yang Allah berikan
kepadanya". Abdullah berkata, "Inilah amalan yang mengantarkan engkau (menjadi penduduk
surga-pen), dan inilah yang tidak kami mampui" (HR Ahmad 20/124 no 12697, dengan sanad
yang shahih)
Perhatikanlah hadits yang sangat agung ini, betapa tinggi nilai amalan hati di sisi Allah. Sahabat
tersebut sampai dinyatakan sebagai penduduk surga oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
sebanyak tiga kali selama tiga hari berturut-turut, sebabnya… karena ia tidak telah
membersihkan hatinya dari segala noda hasad !!!. Padahal amalan dzohirnya sedikit, sahabat
9 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
ini tidak rajin berpuasa sunnah dan tidak rajin sholat malam, akan tetapi yang menjadikannya
mulia… adalah amalan hatinya. (silahkan baca kembali http://www.firanda.com/index.php/artik
el/aqidah/106-pentingnya-amalan-hati )
Ibnu Taimiyyah berkata, "Perkataan Abdullah bin 'Amr kepadanya, "Inilah yang telah engkau
capai yang kami tidak mampui" memberi isyarat akan bersih dan selamat hatinya dari segala
bentuk dan model hasad" (Majmuu' Al-Fataawaa 10/119)
Para sahabat kaum Anshoor telah membersihkan hati mereka dari rasa hasad terhadap
saudara-saudara mereka kaum muhajirin. Allah berfirman
و اَل ذَّ يِن ت بَ وَ ءَّ وُا الد اَّر و اَلإيم اَن م نِ ق بَ لْ هِ مِ ي حُ بِ وُّن م نَْ
ه اَج رَ إ لِ يَ هْ مِ و لَا ي جَ دِ وُن ف يِ ص دُ وُر هِ مِ ح اَج ةَ م مِ اَّ أ وُت وُا
و يَ ؤُ ثْ رِ وُن ع لَ ىَ أ نَ فْ سُ هِ مِ و لَ وَ ك اَن ب هِ مِ خ صَ اَص ةَ و مَ نَ ي وُقَ
( ش حُ ن فَ سْ هِ ف أَ وُل ئَ كِ ه مُ ال مْ فُ لْ حِ وُن ( ٩
"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum
(kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada
mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap
apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang
muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang
dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung" (Al-Hasyr : 9)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Firman Allah "Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan
dalam hati mereka (hasad) terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin)" yaitu:
و لَا ي جَ دِ وُ نْ ف يِ أ نَ فْ سُ هِ مِ ح سَ دَ اً ل لِ مْ هُ اَج رِ يِ نْ ف يِ مْ اَ ف ضَ لَّ هَ مُُ
الله ب هِ م نِ ال مْ نَ زْ لِ ةَ و اَلش رَّ فَ ،ِ و اَلت قَّ دْ يِ مْ ف يِ الذ كِّ رِْ
و اَلر تُّ بْ ةَِ
"Mereka tidak mendapatkan dalam diri mereka rasa hasad kepada kaum muhajirin atas
keutamaan yang Allah berikan kepada mereka, berupa kedudukan dan kemuliaan, serta
penyebutan dan kedudukan"
Ibnu Taimiyyah berkata, "Antara kaum Al-Aus dan Al-Khozroj terjadi persaingan dalam agama.
Maka jika sebagian mereka melakukan apa yang menjadikan mereka mulia di sisi Allah dan
RasulNya maka yang lainnya juga senang untuk melakukan yang semisalnya, dan ini
merupakan persaingan yang mendekatkan mereka kepada Allah sebagaimana firman Allah
( و فَ يِ ذ لَ كِ ف لَ يْ تَ نَ اَف سَ ال مْ تُ نَ اَف سِ وُن ( ٢٦
"Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba" (Al-Muthoffiifin : 26)
(Majumuu' Al-Fataawaa 10/20)
10 / 11
Bersihkan Hati Anda Dari Noda Hasad
Written by Administrator
Sunday, 22 April 2012 11:04
Yang Bukan Termasuk Hasad
Pertama : Al-Ghibtoh
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لا ح سَ دَ إ لِا ف يِ اث نْ تَ يَ نْ ر جَ لُ آت اَه الله م اَلا ف سَ لَ طَّ ع لَ ىَ
ه لَ كَ تَ هِ ف يِ ال حْ قَ و رَ جَ لُ آت اَه الله ال حْ كِ مْ ةَ ف هَ وُ ي قَ ضْ يِ ب هِ اَ
و يَ عُ لَ مِّ هُ اَ
"Tidak ada hasad kecuali pada dua orang, seseorang yang Allah anugrahkan harta lantas ia
menghabiskan hartanya untuk kebenaran, dan seseorang yang dianugerahkan Allah al-hikmah
maka ia pun memutuskan perkara dengan hikmah tersebut dan mengajarkannya" (HR
Al-Bukhari no 73 dan Muslim no 816)
Kedua : Ar-Roozi berkata, "Seluruh bentuk hasad haram hukumnya, kecuali hasad kepada
kenikmatan yang ada pada seorang kafir atau seorang fajir yang menggunakan kenikmatan
tersebut untuk keburukan dan kerusakan. Maka tidak memberikan mudhorot bagimu (tidak
mengapa) jika engkau menyukai hilangnya kenikmatan tersebut. Karena tidaklah engkau
menghendaki hilangnya kenikmatan karena dzat kenikmatan tersebut, akan tetapi karena
digunakannya kenikmatan tersebut untuk kerusakan, keburukan, dan mengganggu orang lain"
(At-Tafsiir Al-Kabiir 3/238)
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 29-05-1433 H / 21 April 2012 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
11 / 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar